Posts tagged cerpen

Mencari Jejak cerpenku cerpenku Relung Ibu

dimuat di Radar Banjarmasin edisi 14 Juni 2009Mencari Jejak Relung Ibu

Angin lembut mengelus-elus pipiku. Senja yang luar biasa. Rona jingga ditambah udara gunung membuat hati nyaman. Masih sama seperti beberapa tahun lalu. Memaksa gurat-gurat kenangan dalam jiwaku kembali terlempar ke masa lalu. Rasanya hampir genap dua tahun aku meninggalkan desa ini, tempat tangisan pertamaku pecah. Desa di mana aku diazankan oleh ayah dan di kecup berulang-kali oleh ibu. Mereka orang-orang yang percaya, bahwa kebahagiaan turut lahir bersama bayi yang telah hadir ketengah-tengah mereka. Sebuah nyala harap yang berlebihan. Namun memang seperti itu bagi mereka, orang tuaku. More > Mencari Jejak Relung Ibu

Article Source : Mencari Jejak Relung Ibu

Perempuan Kedai Kopi

sebuah karya sederhana, jauh dari bagus dan tataran sempura. Tidak ada harap yang berlebih selain agar bangunan kata-kata ini dapat menyulut api semangat untuk terus belajar menulis.Perempuan Kedai Kopi

dimuat di Radar Banjarmasin edisi Minggu, 7 September 2008

Terima kasih kepada ruMahCerita dan Book Cafe, semuanya begitu berharga

Ilustrasi merangkap editor: Sandy firly
juga Harie Insani Putera

Kami bertemu secara tidak sengaja. Hujan sore yang terlampau menderu memaksa aku berteduh pada sebuah kedai kopi di taman kota. Setelah mengamati setiap sudut taman, mataku tertuju pada sebuah kursi kosong yang di depannya duduk seorang perempuan. Tak ada pilihan lain, di tengah hujan yang tak bisa tertahan segera aku menuju kursi itu dengan langkah dipercepat sebab hujan bertambah lebat. More > Perempuan Kedai Kopi

Uap kopi hangat itu terbang ke udara, kemudian hilang dibawa embusan angin utara. Tidak ada kata pisah dan penyesalan, padahal uap itu membawa hawa panas yang membuat kopi terasa nikmat jika diseruput saat masih terasa bara. Ia duduk tak jauh dariku, hanya dipisahkan meja kecil dari kayu jati yang kusam menua. Namun tanpa banyak kata. Jarak sedekat itu serasa berubah jadi dinding tebal yang hampa mengurung rasa kami berdua. Di luar, hujan turun mendesah.

Article Source : Perempuan Kedai Kopi

http://awym89.files.wordpress.com/2008/09/ilus-cerpn.jpghttp://www.sfirly.wordpress.com/http://hariesaja.info

SEBUAH CURHAT MAHASISWA

Setelah satu hari sebelumnya juga sempat diwarnai muka-muka kesal dari kubu panitia yang sepertinya tidak begitu menerima keputusan pihak kampus mengenai tidak diizinkannya penggunaan Aula 1 FKIP UNLAM untuk acara yang sebenarnya begitu penting sebagai penyambung nafas semangat berkarya dari para mahasiswa kampus itu sendiri. Semoga saja hal ini tidak lebih dari salah komunikasi sehingga tidak ada kekecewaan yang berkepanjangan dan memberikan trauma beraktifitas yang begitu dalam tertancap di sanubari. Akhirnya mau tidak mau acara sakral itu dilakukan di sebuah pondok terbuka bernama Sakadomas yang yah, apa adanya di halaman kampus FKIP UNLAM. More > SEBUAH CURHAT MAHASISWA

Oleh : Ahsani Taqwiem

(catatan hati atas launching buku Bunga Penyejuk Hati)

Gundah. Mungkin itulah kata yang mampu melukiskan perasaan saya ketika acara launching buku “Bunga Penyejuk Hati”, sebuah Antrologi Sastra Mahasiswa PBS yang sepertinya tidak mampu menyedot perhatian dari kawan-kawan, khususnya dari kalangan mahasiswa sendiri. Apakah memang akan terus seperti ini apresiasi terhadap acara-acara dengan jenis kelamin yang sama? Pertanyaan yang begitu kuat mendera jiwa saya.SEBUAH CURHAT MAHASISWA

Article Source : SEBUAH CURHAT MAHASISWA

http://awym89.files.wordpress.com/2008/09/ilus-cerpn.jpghttp://www.sfirly.wordpress.com/http://hariesaja.info