Sebulan terakhir kita begitu dihantui oleh gaung kebangkitan nasional, kebangkitan bangsa Indonesia dari masa keterbelakangan seratus tahun lalu. Saat itu para pendahulu kita mendirikan Budi utomo yang menjadi asosiasi harapan dari satu bangsa yang ingin merdeka dan lepas dari cengkraman kolonial waktu itu, meskipun pada awalnya misi organisasi itu hanya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam ruang lingkup Jawa dan Madura saja. Budi Utomo adalah awal dari perjuangan intelektualitas yang secara perlahan maju ke garis depan mengawal perjuangan fisik yang sudah lebih dahulu dilakukan. Sekarang momentum kebangkitan nasional mencapai tapalnya, 100 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah perjalanan. Inilah titik dimana kita harus menoleh kebelakang dan berbenah untuk melangkah lebih baik.Analogi Hari Ini dan 100 Tahun Lalu

Mereka, para pendiri Budi Utomo dan itu adalah orang cerdas, orang-orang visioner yang lahir dari rahim alami kultur bangsa Indonesia. Mereka mungkin belum akrab dengan konsep apa itu nasionalisme, atau definisi nasionalisme lahir karena sikap memiliki bangsa yang tumbuh berkat didirikannya Budi Utomo? Di balik itu semua tidak bisa kita elakkan mereka berjuang memang dalam koridor kemerdekaan bangsa dan negara, tanpa intervensi dan kontaminasi dari berbagai macam kepentingan seperti yang terjadi sekarang. More >

(Sebuah Renungan Hari Kebangkitan Nasional)Analogi Hari Ini dan 100 Tahun Lalu

Oleh : Ahsani Taqwiem*

Article Source : Analogi Hari Ini dan 100 Tahun Lalu