Catatan Perjalanan

Eksotisme Pulau Catatan Perjalanan Datu

salam…Eksotisme Pulau Datu

Yang saya potret adalah sisi lain dari pulau yang tak punya aliran listrik tersebut. Bayangkan, hanya dengan satu senter kecil mengendap-endap di pulau yang bagaimanapun juga tetap agak mistis, hiiii….

Berbekal kamera dan tripod ala kadarnya, maka eksotisme pulau datu saya coba rekam dalam gambar sederhana ini, anggap saja sebagai oleh-oleh…

Fotografi alam (landscape) memang luar biasa, sensasi menunggu debur ombak, sholat di atas karang, laut yang indah, kebeasan dan rasa ‘wah di dalam hati. Membuat saya sangat menyukai Landscape dan variannya.

Foto-foto nya masih pemula, banyak kekurangannya. Salam

Tanggal 21 Februari kemarin mendadak ada seorng teman yang ngajak ke Pulau datu. Pulau ini harus di tempuh selama kurang lebih 2,.5 jam dari  kota Martapura. Tentunya bagi mereka yang sering ke pantai Batakan sudah tau dengan pulau ini, karena dari pantai Batakan Pulau Datu sudah terlihat. 3 orang ini berangkat dari Martapura sekitar jam 2 siang dan sampai ke Pulau Datu sekitar setengah 5. Tentunya untuk sampai ke sana harus menyeberang dulu sekitar 30 menit, dengan biaya 75 ribu rupiah. Cukup lah olah raga jantung karena ombak yang deras dan diri yang tidak bisa berenang ini hanya bisa pasrah :(

Kami di sana kira-kira sampai pukul 8 malam, karena ini mencoba foto malam dan stra trail. Namun langit malam tak begitu mendukung. Pengalam ini saya bagi agar kita semakin sadar alam kita tak kalah indah dengan daerah lain. Juga karena blog baru saja sembuh, sekarang baru bisa menulis blog lagi :P Eksotisme Pulau Datu

Di Pulau Datu terdapat sebuah makam yang dipercaya sebagai makam seseorang yang menyebarkan Agama Islam di daerah tersebut, sewaktu meninggal beliau minta dikuburkan di sebuah pulau yang sekarang di namai Pulau Datu.

Article Source : Eksotisme Pulau Datu

Pinus, Danau, dan Kenangan

mencoba keluar dari jerat rutinitas dan A***T , hehehe

mencoba keluar dari jerat rutinitas

konon kabarnya, akhir minggu lalu 11 orang yang belakangan di ketahui sebagai blogger kambuhan melakukan kopdar yang tidak biasa, berkemah. Titik pendaratan kali ini adalah pulau pinus, sebuah pulau di tengah danau yang cukup terjaga dari jamah kejam peradaban. Dengan persiapan yang dimatangkan, maka berangkatlah mereka dengan riang gembira. Perjalan darat sekitar satu jam, dilanjutkan dengan perjalanan air selama 30 menit  punya perekat tersendiri dalam ingatan. Apalagi tak mulus, karena air yang turun menjelma jadi hujan. Tak mengapa. More > Pinus, Danau, dan Kenangan

Article Source : Pinus, Danau, dan Kenangan

http://awym.files.wordpress.com/2008/10/berangkat.jpg

Sedetik Waktu

Sedetik Waktu

kosong

“Akhirnya” Sebuah kata yang mengiringi tapak langkahku ke sebuah pantai di derahku. Setelah seminggu lebih berkutat dengan kerasnya tes-tes akhir semester dan setumpuk masalah yang cukup menyesakkan dada. Sedetik Waktu

Bermain air, angin laut yang lembut, ternyata mampu memberikan kedamaian yang luar biasa. Berlari sejenak dari akutnya kehidupan kota. Aku memang sangat menyenangi mendaki gunung, sejak SMA sudah gabung dalam kelompok pecinta alam. Saking gilanya, pernah tiap satu minggu sekali naik ke gunung. Namun setelah kuliah, perlahan hidup terasa semakin sulit. Akhirnya waktu untuk berdamai dengan alam semakin tersita bersama hidup yang semakin melelahkan untuk dilewati.

Sebenarnya sudah sekian lama aku merindukan pergi ke suatu tempat yang menawarkan kenyamanan hati seperti pantai atau gunung. Cukup lama ketika aku terakhir kali ke pantai, entah mengapa tetapi aku merindukan riak ombak yang mengajakku tersenyum bersama bias matahari. Hhhh…

Article Source : Sedetik Waktu

http://awym.files.wordpress.com/2008/10/berangkat.jpghttp://awym89.files.wordpress.com/2008/07/sany02681.jpg