koar-koar

Tentang koar-koar Keadilan

Yap, tulisan tidak jelas saya di atas hanya untuk menunjukkan bahwa kebebasan dan keadilan di negeri bukan untuk orang kecil, itu saja.Tentang Keadilan

Apa susahnya para petinggi negara ini meminta SP3 atau deponering terhadap kasus prita padahal emang susah. Dan RS OMNI sendiri sepertinya tak terlalu cerdas. saya yakin kasus ini membuat orang berfikir ribuan kali untuk berobat ke sana jika sakit, rumah sakit yang mengaku internasional namun tak se-internasional pelayanan dan tidakannya. Bahkan di awal-awal kasus tuntutan yang dilayangkan kepada Ibu Prita nilai Miliar, bukan ratus juta seperti sekarang.

menangisBeberapa hari ini banyak sekali persoalan-persoalan yang menggonccang negeri ini, beberapa menyantuh hal kemanusiaan paling hakiki. contohnya saja menyangkut kebebasan berekspresi. Ini bukan sekedar nyumbang, koin terkumpul, dan masalah selesai. Harus ada keputusan yang tepat dan solusi yang efektif agar tidak ada prita-prita selajutnya. Bukankah merepotkan untuk mendukung korban lain dari ketidakadilan ini sedangkan kita terancam terkena kasus yang sama karena terlalu proaktif menentang ketidakadilan, aneh bukan?Tentang Keadilan

Kalau kasus Bibit-Chandra presiden mau susah-susah mengeluarkan kepres misalnya, kenapa untuk kasus seperti ini beliau tidak mau ambil tindakan cepat. Lho ini kasus yang menguji seorang pemimpin dengan level yang sama menurut saya dengan kasus cicak-buaya. Di sini terlihat itikad baik pihak-pihak bersangkutan, apakah hendak mencari keadilan atau ada hal lain. Kasus prita adalah kasus kemanusian, masa orang berkirim e-mail di suruh bayar sebesar itu, saya jadi takut nulis e-mail dang ngeblog jadinya.

Article Source : Tentang Keadilan

NEGERI PARA BEDEBAH

Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan!NEGERI PARA BEDEBAH

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor
menjatuhkan bebatuan menyala-nyala

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Puisi karya Adhie M Massardi

jabat erat!

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah

“Pantas saja Negeri ini terus diserang gempa dan bencana alam, wakil rakyatnya saja tidak menyuarakan apa kehendak rakyatnya”NEGERI PARA BEDEBAH

Postingan ini agak senada dengan postingan bang Amed tentang bedebah-bedebah di Negeri ini. Puisi menjadi media paling “buram” untuk menyampaikan sesuatu dengan “terang-benderang”. Namun teringat kata-kata seorang teman, bagaimanapun kita berteriak, mereka yang “mulia-mulia” itu tidak akan mendengar. Jadi sedikit bersyukur waktu pemilu yang memilih wakil-wakil rakyat pada Pemilu lalu saya memilih tidur. Janji-janji muluk yang busuk akhirnya tidak dapat dibuktikan.

Jadi teringat teriakan salah satu dosen UI yang juga anggota KOMPAK saat berjalan keluar karena kecewa dengan sikap Komisi III DPR yang bunyinya kalau tidak salah dengar

Insiden memalukan oleh wakil-wakil rakyat tersebut mejadi batu pijakan bagi banyak masyarakat untuk bersikap apatis terhadap kinerja DPR terutama Komisi III mungkin harus diberi komisi dulu baru mau menyuarakan aspirasi rakyat. Apakah kita akan menyerahkan nasib kita pada orang-orang yang tak sedikitpun memperhatikan rakyatnya, bahkan dulu sewaktu baru dilantik kalau saya tak salah ingat langsung ada usulan naik gaji atau tunjangan, buaya juga ternyata.

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah

Article Source : NEGERI PARA BEDEBAH

http://ebeautifulday.com/2009/11/12/negeri-para-bedebah/http://politik.vivanews.com/news/read/104501-dpr_hentikan_sepihak_rapat_dengan_lsm

Kekuatan Maya

gerakan-nasional-mengingatkan-dan-menagih-janjiBenar sekali “people power” lewat dunia informasi sekarang sudah tidak dapat lagi di pandang sebelah mata. Prita dengan kasus e-mail curhatnya bebas berkat dukungan melalui dunia maya. Apakah hal ini juga akan terbukti dengan kasuk Cicak VS Buaya yang sedang hangat?Kekuatan Maya

Di grup pendukung Candra – Bibit terjadi diskusi yang alot serta meruncing pada tidak berfungsinya DPR sebagai penyalur aspirasi rakyat. Terlihat bahwa komunikasi dunia maya semisal Facebook, Twitter, dan Blog merupakan media independen yang mampu menyuarakan kehendak rakyat yang ‘tak tersampaikan lewat mereka-mereka yang kita pilih sewaktu terjadinya rangkaian sakral bernama Pemilu.Kekuatan Maya

Selain cepat, media-media pertemanan ini pun terkesan murah dan menggambarkan dengan jelas warna masyarak kita yang sudah tak bisa lagi dibodohi begitu saja. Masyarakat sudah bisa mengambil sikap dan berdiri dalam posisinya sebagai pengawal pemerintahan. More >

Article Source : Kekuatan Maya

http://ebeautifulday.com/2009/11/12/negeri-para-bedebah/http://politik.vivanews.com/news/read/104501-dpr_hentikan_sepihak_rapat_dengan_lsm