Star catatan asal jepret Trail

Dulu saya begitu suka melihat bintang, dan sempat terpesona dengan foto-foto bintang khusunya jika difoto dengan skposure yang lama ( Long Eksposure ). Teknik ini menghasilkan foto bintang dengan efek garis yang sangat indah. karena sangat ingin mencoba itulah saya mencoba-coba teknik ini. Tentu karena dilakukan saat malam maka teknik ini menggunakan fokus manual, keterbatasan sensor dan cahaya (kecuali diakali) mengulitkan kamera untuk melakukan auto fokus jika langit sangat gelap dan bintang pun kontaras nya sangat rendah dengan langit kelam.Star Trail

Biasanya saya mengambil dengan ISO 100-400, karena semakin kecil ISO semakin lama punya pencahayaan. Kemudian bukaan digfragma yang besar, seperti F4. Menurut saya startrail tidak perlu ketajaman yang sangat tajam seperti menggunakan F13 atau F16 ;)

*kedua fotonya masih hasil seorang pemula yang hobi nyoba-nyoba…

Oh ya, bagi yang ingin mencoba ada baiknya menggunakan kaberl release atau wireless remote agar nyaman, jangan seperti saya yang hanya pakai jari sehingga harus memencet shutter dan menahan diri melakukan hal lain sekitar 30 menit. Ajaib ! :P

Sudah dua kali saya mencoba teknik ini, dan alhamduliilah kamera saya masih normal, setidaknya untuk saat ini. Karena mitos yang beredar teknik ini akan membuat sensor sangat panas dan cepat rusak. Semoga saja tidak. Saya berharap dengan berpikir positif maka hasilnya juga akan posotif. Kalau tak mencoba kita tidak akan pernah tau rasanya.

Saya tak pernah belajar secara khusus, namun foto star trail saya masih jauh dari bagus, karena memang secara komposisi tidak mempunyai FG (foregroud) yang kuat. Namun sebagai pembelajaran tak ada salahnya jepret terus.Star Trail

Article Source : Star Trail

Jika fotomu kurang bagus, kamu kurang dekat

Dan pada praktiknya untuk mendapatkan hasil bagus menurut saya, kita tidak boleh takut untuk mendekat, berbincang dengan objek, terjun ke sungai untuk merasakan apa yang objak rasakan, bersatulah dengan alam…Jika fotomu kurang bagus, kamu kurang dekat

Robert Capa, fotografer perang legendaris pernah bilang:

If your pictures aren’t good enough, you aren’t close enough.
(Jika fotomu kurang bagus, kamu kurang dekat)

foto di atas tanpa di edit gimana-gimana, just framing n resize…  natural…

Ini beberapa hasil praktek saya…

Sedangkan apa yang saya rasakan adalah mengenai hubungan antar manusia sendiri. Kalau subjek foto merasa kita adalah orang asing, maka sulit mendapatkan foto yang bagus karena orang-orang akan berprilaku tidak alami di depan kamera. Tapi kalau kita mendekatkan diri secara perasaan, maka kemungkinan besar kita akan mendapatkan foto yang lebih alami.

*note :  artikel di atas mungkin berguna, dan sumbernya berada di sini.  Sudah minta izin buat copy ke sini. …

David duChemin, seorang fotografer travel  berpendapat sedikit lain, David berpendapat bahwa tidak masalah diambil dari jauh asal elemen-elemen yang mengganggu tidak diikutsertakan dalam komposisi foto, misalnya dengan lensa telephoto zoom.

atau kejarlah objek jika memank kamu menginginkan komposisi yang pas… jangan menyerah, meskipun harus naik gurung,,, hehehe

semoga berkenan,

Kutipan ini memiliki arti yang cukup dalam dan bisa di interpretasikan dari berbagai sudut pandang. Secara literal, fotografer harus dekat dengan objek fotonya. Ini masuk akal karena banyak pemula yang mengambil gambar dari jarak yang terlalu jauh sehingga banyak elemen dalam bingkai foto yang mengganggu. Maka dari itu, di dalam fotojurnalisme, lensa favorit adalah lensa yang lebar karena bisa mengambil gambar dengan dekat.Jika fotomu kurang bagus, kamu kurang dekat

Article Source : Jika fotomu kurang bagus, kamu kurang dekat

http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/robert-capa-kutipan/

Banjarbaru Malam Itu…

Tegak Lurus Ke LangitBanjarbaru Malam Itu...

salam…

kalau ada tempat rahasia yang bagus di sekitar Martapura, Banjarbaru, dan sekitarnya… boleh juga dijepret…

Saya suka nge-blog, meskipun kadang tak terurus karena sibuk, tak ada koneksi, atau tak punya semangat. Namun sebisa mungkin untuk tetap menengok blog kesayangan ini, blog memerlukan foto. Karena itulah saya berfikir bahwa korelasi antara nge-blog dan me-motret cukup erat dan bisa saling melengkapi.
Di antara banyak aliran fotografi, saya begitu tergila-gila pada Landscape. Berbekal lensa normal atau lensa Kit bawaan D3000, maka jadilah petualangan sederhana di mulai.
Kadang kita tak sempat menikmati begitu indahnya malam, maka bagi warga Banjarbaru. Saya hanya ingin menawarkan sedikit indahnya Tugu Bundaran Simpang Empat yang seharusnya sudah sejak dulu selesai.
Semoga suka….
Terus Belajar….Banjarbaru Malam Itu...

Akhir-akhir ini saya lagi ‘gila’ moto. Dari dulu memang menyukai dunia fotografi, karena kadang kala memang “moment lebih bergarga dari materi”. Moment akan membekas lama dan bisa kita putar ulang satu saat nanti. Setelah cukup lama dan cukup membanting tulang , tulang sapa nih? akhirnya punya kamera SLR meskipun yang biasa saja, terwujud juga. Jadilah saya sering tercecer di jalan-jalan demi memuaskan hasrat fotografi amatiran. Tambah item memang, kurusan juga, tapi tetap ganteng.

* cuma 2 foto, tunggu aza nanti, sabar, hehehehe

Article Source : Banjarbaru Malam Itu...

http://www.infofotografi.com/blog/2009/07/robert-capa-kutipan/

Protection Plugin created by Jake Ruston - Sponsored by Wonder Washer.