Archive for December, 2009

Ujung kontemplasi kontemplasi Tahun

Semoga saja tahun depan kita semua jauh lebih baik…Ujung Tahun

Resolusi baru, dan pastinya lebih sulit untuk ditaklukkan…Ujung Tahun

ngebolg dengan hasil jepretan sendiri,,, puasBesok sudah 2010, rasanya cepat. Dan saya tak mengucapkan selamat, karena belum tentu kita akan selamat melewati 2010 nanti, bukan. Selamat meninggalkan 2009 rasanya lebih masuk akal, bagi saya tentunya. Keselamatan di tahun depan masih perlu kita tunggu dan perjuangakan.

ada baiknya kita menerenung, di larut malam ini…

dan katanya orang-orang bahagia tidak memiliki semua yang mereka inginkan, namun mereka membuat semua yang mereka punyai menjadi luar biasa dan penuh makna…

Ada banyak yang tertinggal di belakang dan mungkin saja kita baru menyadarinya sekarang…

tetap semangat…

Article Source : Ujung Tahun

Tentang Keadilan

Yap, tulisan tidak jelas saya di atas hanya untuk menunjukkan bahwa kebebasan dan keadilan di negeri bukan untuk orang kecil, itu saja.Tentang Keadilan

Kalau kasus Bibit-Chandra presiden mau susah-susah mengeluarkan kepres misalnya, kenapa untuk kasus seperti ini beliau tidak mau ambil tindakan cepat. Lho ini kasus yang menguji seorang pemimpin dengan level yang sama menurut saya dengan kasus cicak-buaya. Di sini terlihat itikad baik pihak-pihak bersangkutan, apakah hendak mencari keadilan atau ada hal lain. Kasus prita adalah kasus kemanusian, masa orang berkirim e-mail di suruh bayar sebesar itu, saya jadi takut nulis e-mail dang ngeblog jadinya.Tentang Keadilan

menangisBeberapa hari ini banyak sekali persoalan-persoalan yang menggonccang negeri ini, beberapa menyantuh hal kemanusiaan paling hakiki. contohnya saja menyangkut kebebasan berekspresi. Ini bukan sekedar nyumbang, koin terkumpul, dan masalah selesai. Harus ada keputusan yang tepat dan solusi yang efektif agar tidak ada prita-prita selajutnya. Bukankah merepotkan untuk mendukung korban lain dari ketidakadilan ini sedangkan kita terancam terkena kasus yang sama karena terlalu proaktif menentang ketidakadilan, aneh bukan?

Apa susahnya para petinggi negara ini meminta SP3 atau deponering terhadap kasus prita padahal emang susah. Dan RS OMNI sendiri sepertinya tak terlalu cerdas. saya yakin kasus ini membuat orang berfikir ribuan kali untuk berobat ke sana jika sakit, rumah sakit yang mengaku internasional namun tak se-internasional pelayanan dan tidakannya. Bahkan di awal-awal kasus tuntutan yang dilayangkan kepada Ibu Prita nilai Miliar, bukan ratus juta seperti sekarang.

Article Source : Tentang Keadilan

Manisku

Entah kenapa aku merasa dunguManisku

Hati ini kian menggerutu, beku

Lagu cinta tentang jiwa menyatu-satu

Kemudian muka kita sedemikian bersemu

Di antara biru dan ungu

mawar putih

Ah manisku…

“aku cuma ingin mati disisimu hingga ujung jalan yang kita tuju”

Mengapa tak bisa kuungkap kepadamu, selalu kelu

Manisku…

Tadi pagi kita bertemu

Terciptakan sebait lagu

12/5/2009 12:06 AM

Kukais-kais peluh berselimut aroma harum tubuhmu

Tunggu lusa dalam satu waktu

Ah manisku…

Tapi begitulah adanya bila aku merayu

Mengingat rona wajahmu saja rasanya aku malu

Ah manisku…

“aku hanya ingin mati disampingmu”

Meliuk-liukkan cinta teramat ngilu

Ah…. begitu mendayu-dayu

Tapi aku ragu, aku gagu

Romantika semu dalam ijamiku yang bisuManisku

Kuikrarkan janji sedemikian lugu

kau lewat berlalu, tak tau aku rindu

Article Source : Manisku