Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan!NEGERI PARA BEDEBAH

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor
menjatuhkan bebatuan menyala-nyala

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Puisi karya Adhie M Massardi

jabat erat!

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah

“Pantas saja Negeri ini terus diserang gempa dan bencana alam, wakil rakyatnya saja tidak menyuarakan apa kehendak rakyatnya”

Postingan ini agak senada dengan postingan bang Amed tentang bedebah-bedebah di Negeri ini. Puisi menjadi media paling “buram” untuk menyampaikan sesuatu dengan “terang-benderang”. Namun teringat kata-kata seorang teman, bagaimanapun kita berteriak, mereka yang “mulia-mulia” itu tidak akan mendengar. Jadi sedikit bersyukur waktu pemilu yang memilih wakil-wakil rakyat pada Pemilu lalu saya memilih tidur. Janji-janji muluk yang busuk akhirnya tidak dapat dibuktikan.

Jadi teringat teriakan salah satu dosen UI yang juga anggota KOMPAK saat berjalan keluar karena kecewa dengan sikap Komisi III DPR yang bunyinya kalau tidak salah dengar

NEGERI PARA BEDEBAH

Insiden memalukan oleh wakil-wakil rakyat tersebut mejadi batu pijakan bagi banyak masyarakat untuk bersikap apatis terhadap kinerja DPR terutama Komisi III mungkin harus diberi komisi dulu baru mau menyuarakan aspirasi rakyat. Apakah kita akan menyerahkan nasib kita pada orang-orang yang tak sedikitpun memperhatikan rakyatnya, bahkan dulu sewaktu baru dilantik kalau saya tak salah ingat langsung ada usulan naik gaji atau tunjangan, buaya juga ternyata.

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah

Article Source : NEGERI PARA BEDEBAH

NEGERI PARA BEDEBAHNEGERI PARA koar-koar BEDEBAHhttp://ebeautifulday.com/2009/11/12/negeri-para-bedebah/http://politik.vivanews.com/news/read/104501-dpr_hentikan_sepihak_rapat_dengan_lsm