Kali ini, Tentang hujan…
Feb 7th
Hujan, aku menyukainya, entah mengapa…
Ada perasaan-perasaan yang hanya aku temukan saat hujan turun, kenangan dan memori akan berlompatan begitu saja di kepalaku, sementara di luar sana guruh menderu. Masa lalu yang biru, atau tirai ungu bernama impian akan sangat nyaman jika dinikmati kala hujan. Senyap yang menyergap. titik-titik air, kemudian lengang, sendirian…
Hidup yang sinis…
Sentimentil, tragis…
Ada yang marah jika hujan tiba. Pekerjaan terhenti, niat terhalangi. Cemas, bahkan caci terlontar begitu saja, sepertinya hujan mejadi musuh karena menghalangi mereka bertemu peradaban… Padahal hanya untuk sementara, bukankah hujan pasti reda. Memang lama, cukup lama, bahkan terlalu lama, menunggu hujan berhenti mendera, namun setelahnya tentu kehidupan akan terus melaju, selalu…
Dan bagiku hujan adalah kehidupan,,, berlebihan? semoga saja tidak… Kehidupan yang penuh debu, liku dan akhirnya kita menemukan ujung, reda. Sama seperti hujan yang dipenuhi kilat, awan kelabu, juga gemuruh, akhirnya mereka akan tetap diam, berlalu dan luruh… pun kita yang pada akhirnya juga akan diam, selamanya…
Ada yang melenakan diri saat hujan, bercengkrama dengan mimpi dalam tidur yang lelap. Tak sedikit yang terjaga, menikmati dingin, berbicara pada diri sendiri dan melihat ke dalam, jauh ke dalam. Hujan tentu menyediakan jawabannya sendiri bagi tiap pertanyaan tentang kehidupan, juga akan membawakannmu setetes inspirasi. Ia akan mengabarkannya lewat angin dan rinai yang menyadapa diluar jendela, juga pada firasat yang menelusup tiba-tiba. Ya, Firasat… tentu kita pernah menerimanya, pesan yang tiba-tiba saja datang, lewat lamunan dan gejala alam, namun seringkali kita abai dan pura-pura tak mengerti.
Mari belajar jadi peka…
Begitulah, aku teramat suka pada hujan. Sama seperti banyak orang lain ditempat yang berbeda.
Entah karena selalu menerobosnya saat bepergian, atau karena hujan tak pernah bosan menyembuhkan, entahlah…
Begitu banyak misteri yang tak sempat kutuliskan, belum lagi kegelisahan yang datang begitu saja, atau ketakutan bahwa suatu saat nanti akan datang hujan yang tak pernah reda…
Nikmatilah, selagi masih diberi kesempatan…
Teruslah belajar, termasuk pada deras hujan…
yang selalu turun…
setetes…
demi…
setetes…
Jika fotomu kurang bagus, kamu kurang dekat
Feb 2nd
Robert Capa, fotografer perang legendaris pernah bilang:
If your pictures aren’t good enough, you aren’t close enough.
(Jika fotomu kurang bagus, kamu kurang dekat)
Kutipan ini memiliki arti yang cukup dalam dan bisa di interpretasikan dari berbagai sudut pandang. Secara literal, fotografer harus dekat dengan objek fotonya. Ini masuk akal karena banyak pemula yang mengambil gambar dari jarak yang terlalu jauh sehingga banyak elemen dalam bingkai foto yang mengganggu. Maka dari itu, di dalam fotojurnalisme, lensa favorit adalah lensa yang lebar karena bisa mengambil gambar dengan dekat.
David duChemin, seorang fotografer travel berpendapat sedikit lain, David berpendapat bahwa tidak masalah diambil dari jauh asal elemen-elemen yang mengganggu tidak diikutsertakan dalam komposisi foto, misalnya dengan lensa telephoto zoom.
Sedangkan apa yang saya rasakan adalah mengenai hubungan antar manusia sendiri. Kalau subjek foto merasa kita adalah orang asing, maka sulit mendapatkan foto yang bagus karena orang-orang akan berprilaku tidak alami di depan kamera. Tapi kalau kita mendekatkan diri secara perasaan, maka kemungkinan besar kita akan mendapatkan foto yang lebih alami.
*note : artikel di atas mungkin berguna, dan sumbernya berada di sini. Sudah minta izin buat copy ke sini. …
Dan pada praktiknya untuk mendapatkan hasil bagus menurut saya, kita tidak boleh takut untuk mendekat, berbincang dengan objek, terjun ke sungai untuk merasakan apa yang objak rasakan, bersatulah dengan alam…
Ini beberapa hasil praktek saya…
atau kejarlah objek jika memank kamu menginginkan komposisi yang pas… jangan menyerah, meskipun harus naik gurung,,, hehehe
semoga berkenan,
foto di atas tanpa di edit gimana-gimana, just framing n resize… natural…







Mereka Yang Bersuara